Hidup ini seperti naik kereta api.
kadang beberapa dari kita berada pada satu kereta; berangkat dari titik yang sama, dan berakhir pada sebuah stasiun yang nantinya menjadi titik awal baru untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing dari kita.
hari itu, Sabtu 29 Oktober 2011,
tak seperti biasanya, kami berangkat lebih pagi, lebih tampan, lebih cantik. kami tak lagi berangkat ke kampus untuk mengejar kelas.
ya, kereta kami telah sampai pada tujuannya. setelah ini, sebuah kereta telah menanti dengan tujuan baru, pengalaman baru, dan mimpi baru. empat tahun rasanya belum cukup, untuk mengenal kalian semua, wahai teman-teman yang luar biasa.
Tadi malam rasanya begitu erat. sedalam apapun saya pernah menyimpan luka, tapi saya bangga pada kalian semua:
Teman-teman AR ITB 07, kawan satu keberangkatan. ah, tidak mau menangisi sebenarnya, tapi saya tidak bisa. terimakasih atas keseharian satu atap yang benar-benar akan saya rindukan: datang terlalu pagi, gurau dalam kelas, nyanyian-nyanyian studio, hingga tidur pada satu alas.
G’09, Ganesha dan kawan-kawan. saya banyak belajar dari mereka. angkatan paling dekat dengan kami. dan lebih dari setengahnya, berhasil membuat haru semalam.
Angkatan favorit saya, Arogio. revolusioner. meski beberapa dari mereka mungkin masih kecewa pada kami, didikan kami, tapi diam-diam saya bangga pada mereka. bangga sekali.
G’11, adik adik termuda yang ternyata kemampuannya jauh lebih tinggi dari ekspektasi saya. terimakasih telah membuat momen ini sempurna.
kakak-kakak panutan G’07 dan G’06. apa jadinya kami tanpa kalian?
Liga Film Mahasiswa ITB, maaf jika bakti saya tidak maksimal. tapi saya selalu bangga menyebutkan LFM, jika ada yang bertanya, apa organisasi terbaik yang pernah saya ikuti?
dan,
sudut-sudut kampus ITB, yang menyimpan beribu cerita.
akhir kata,
berpisah, membuat saya semakin mengerti betapa indah saat bersama.
Sampai jumpa lagi, kawan!
semoga kita bertemu lagi di stasiun yang sama, nantinya.